Minggu, 20 April 2008

TEMAN TERSANGKA


eminggu telah berlalu sejak pembunuhan penghuni kamar kost yang ada disamping rumahku. Hari ini liburan, Shawn mengajakku kepantai. Karena sangat jarang sekali ia mengajakku untuk menikmati liburan seperti ini, maka akupun langsung meng_iya_kannya.
“Kita kan juga manusia yang membutuhkan hiburan Andi,” katanya saat kami berjalan dibibir pantai sambil menikmati jilatan-jilatan ombak pasang yang berbuih lembut.
Tak jauh dari tempat kami berdiri,terlihat seonggok manusia yang berkerumun dengan tiga orang polisi. Seolah dituntun oleh angin laut, kamipun mendekatinya.
“Kami mohon kalian berempat mau kekantor polisi untuk diinterogasi”
“Jadi kami langsung menjadi tersangka hanya karena kami berada dipantai_ditempat seorang pencuri sepeda motor berhnti?!” Seru seorang pria yang berbadan kecil namun cukup kekar,serta memakai Jean’s biru berjaket kulit dan berkaos merah didalamnya.
“Bukan…,bukan menjadi tersangka,” polisi tersebut seolah berusaha menjelaskan “Anda semua hanya akan diinterogasi sebagai saksi,serta alibi anda semua pada waktu kejadian” tambahnya lagi.
“Ada apa Tuan Ahmad?” Tanya Shawn kepada polisi penanggung jawab kasus yang kemarin baru dipecahkan olehnya.
“Oh…kamu rupanya. Bukan kasus yang rumit. Kami hanya tinggal menangkap rekan pencuri yang ada diantara mereka berempat. Jadi saya rasa kami tidak membutuhkan bantuanmu bocah” katanya seolah kurang menyenangi kehadiran kami.
“Saya rasa juga demikian Tuan” kata Shawn “Tapi sudikah anda berbagi fakta tentang kasus ini?” bujuknya “Yah..,anggap saja sebagai pelajaran berharga bagi kami” ia menambahkan.
Tapi,seolah tak menghiraukan permohonan Shawn, polisi tersebut kembali memaksa keempat calon tersangka tadi untuk mau kekantor polisi. Shawn sendiri terlihat sedang mendekati satu dari dua orang polisi yang ada didekat beberapa sepeda motor.
“Saya harap kamu bisa memecahkan kasus ini lebih dulu daripada dia, ”Kata polisi yang agak sedikit gendut seraya menoleh kearah Tuan Ahmad. “Nama saya Tony, saya sangat terkesan dengan semua analisis anda Nak Shawn”
“Wah, saya tak menyangka ada yang menggemari saya” Shawn seolah terkesima “Kalau begitu, maukah Tuan menceritakan kasus ini kepada saya?” katanya lagi.
“Memang kasus ini terlihat mudah,jadi wajar saja Tuan Ahmad meremehkannya. Tetapi saya rasa,kasus ini makin lama malah semakin sulit” ia bercerita “Pencurian ini bermula kira-kira satu jam yang lalu, sewaktu korban yang bernama Nyonya Yenny memarkirkan motornya ditepi jalan didepan rumahnya. Ia ingin pergi kekota, namun lupa mengunci pintu rumah, itu sebabnya ia tidak memarkirkan motornya didalam pekarangan rumahnya. Kemudian ia melihat dua orang berboncengan sepeda motor beberapa kali lewat. Nyonya yenny mulai curiga, tapi dikarenakan jarak rumahnya kejalan lumayan jauh, iapun hanya bisa berteriak saat seorang pria membawa kabur motornya”
Seakan mengerti bahwa kisah yang ia ceritakan belum selesai, sobatku inipun bertanya “Lalu?”
“Lalu kami setelah mendapat laporan,langsung bmelakukan razia dan berhasil menangkap pria yang membawa lari motor Nyonya Yenny, sedangkan teman pelaku dilaporkan melarikan diri kepantai ini”
“Apa korban tahu wajah perampok yang satunya lagi?”
“Ia hanya tahu bahwa perampoknya berjumlah dua orang,” ia menyayangkan “Yang pasti, seorang pria namun yang satunya lagi memakai helm dan mantel sehinghga ia tidak tahu apakah itu pria atau wanita” katanya lagi
“Kalau begitu, apakah korban tidak ingat dengan suara motor sipelaku?” aku bertanya
“Aku mengerti maksudmu Andi,” kata Shawn “Kamu pasti bermaksudmembawa korban kemari untuk memastikqnmotor mana dari keempat motor ini yang ia dengar suaranya bukan?”
“Ya…kurang lebih begitulah” kataku
“Tapi coba kamu lihat, meskipun keempat motornya berbeda,namun keempat motor ini berjenis yang sama. Lagipula keempatnya terlihat lumayan baru. Paling baru setahun dipakai,jadi suaranyapun hampir mirip semuanya sehingga sangat sulit apalagi bagi seorang wanita untuk mengecam dan membedakan suaranya” jelas Shawn.
Mendengar pernyataan seperti itu, aku sih hanya bisa diam sambilmembenarkan dalam hati semua perkataannya.
“Jadi motor yang dicuri telah ditangkap?” Tanya Shawn kepada Tuan Tony sambil mendekati empat buah sepeda motor yang masih terlihat lumayan baru.
“Ya” jawabnya singkat.
“Lalu keempat motor ini masing-masing milik mereka?”
“Hmm…,iya” katanya setelah sejenak berpikir. Iapun menjelaskan “Motor hitam ini milik wanita yang memakai rok pendek berwarna gelap dan berkaos putih, namanya Alice. Sedangkan motor yang berarna merah ini milik wanita yang memakai celana panjang dan bertopi,namanya Elie” Sambil mendekati motor yang lainnya, ia terus bicara, “Lalu motor berspion dua standar ini kepunyaan pria berkaca mata tebal yang memakai kemeja lengan pendek, namanya Ferdie. Dan motor hijau ini kepunyaan pria kurus yang sedari tadi berbicara penuh emosi kepada Tuan Ahmad, namanya Chris”
“Tuan Tony, bisakah anda menghidupkan motor-motor ini satu persatu?” tanya Shawn penuh harap.
“Maksudmu motor-motor ini?” ia balik bertanya
“Ya”
“Tentu saja, tapi hanya dihidupkan saja ya..?”
Shawn menganggukkan kepala tanda setuju. Akhirnya keempat motor tersebut telah dihidupkan satu presatu. Kalau menurutku,tak ada yang aneh kecuali reaksi dari keempat motor tersebut yang berbeda-beda sewaktu dihidupkan. Maksudku adalah, pada motor Chris persnelingnya masuk, pada motor Ferdie mudah mati, lalu Elir punya agak sulit untuk dihidupkan, sedangkan motor Elice lampunya menyala.
Setelah itu Shawn mengajakku bertaruh,apakah hipitesis yang akan diutarakannya benar. Aku agak terkejut meski biasanya ia juga begitu.
“Siapa Shawn pelaku dikasus ini?”
“Akan kuberikan petunjuk untuk memecahkan kasus ini padamu Andi” ia berkata “Kuncinya ada pada STEP_ya, injakan untuk penumpang pada motor teman sipelaku” tambahnya lagi.
Aku langsung mengalihkan pandangan dari wajah sobatku ini kearah empat motor tersebut. Dan ternyata,memang ada sebuah motor yang STEP-nya turun. Tapi anehnya hanya sisi kirinya saja yang turun, sedangkan yang lainnya tidak.
Meskipun aku tahu motor mana yang STEP-nya bermasalah, tetap saja aku bingung.
“Sudahlah Shawn, kamu akhiri saja kasus ini agar mereka semua lega” aku mengusulkan
“Baiklah, karena kamu yang minta, akan kubantu Tuan Ahmad yang angkuh itu.
Kamipun segera kembali mendekati polisi-polisi tersebut yang kurasa masih tetap berdebat dengan para calon tersangka itu.
“Aku sudah tahu siapa teman pelaku pencurian ini!” kata Shawn seolah membalas keangkuhan Tuan Ahmad.
“Hei bocah, akukan sudah bilang…..”
“Biar saya menyelesaikannya Tuan” sela Shawn. Iapun kembali bicara “Dalam kasus ini ada beberapa poin yang harus kita genggam dan pahami” ia menambahkan “Pertama kita harus tahu bahwa ini adalah kasus pencurian yang tidak direncanakan”
“Bagaimana kamu bisa menyimpulkannya?” Tanya Tuan Ahmad yang tetap belum dapat menerima penjelasan temanku ini.
“Sangat mudah Tuan Ahmad,sangat mudah. Itu disebabkan oleh kesaksian Nyonya Yenny yang sempat melihat dua orang mencurigakan beberapa kali lewat didepan rumahnya. Semua itu tidak lain untuk memastikan daerah disekitar target operasi yang baru saja mereka temukan memang benar-benar aman” kembali temanku ini mengutarakan analisisnya
“Lalu poin kedua adalah,siapakah teman pelaku? Jawabnya dapat kita ketahui hanya dengan melihat motor-motor milik keempat calon tersangka ini yang satu diantaranya merupakan tersangka sebenarnya” Shawn lalu menambahkan “Hanya ada satu motor yang STEP-injakan penumpangnya yang turun. Itu membuktikan bahwa motor tersebut baru saja dibawa berboncengan. Sehingga, yang menjadi teman pelaku adalah anda NONA ALICE…!!” Seru shawn sambil menatap lekat-lekat sang tertuduh.
“Tunggu dulu pak polisi,” ia menyela
“Saya memang baru saja berboncengan. Tapui yang saya bawa adalah kakek saya untuk pergi kerumah sakit,bukan seorang pencuri seperti yang dituduhkan bocah ini “ ia membantah.
Disaat yang sama Tuan Ahmad pun meremehkan hipotesis temanku ini. Ia berkata “Penjelasanmu memang sedikit masuk akal,namun hipotesa ini sangat rapuh”
“Oh ya…?!” balas Shawn “Tapi menurut saya malah sebaliknya Tuan Ahmad” shawn memalingkan pandangan kearah Nona Alice.
“Baiklah. Bila anda ingin mengelak,itu hak anda Nona. Tapi tadi anda mengatakanbahwa anda baru saja membonceng seorang kakek sebelum datang kemari. Tapi apakah masuk akal bila ada kakek-kakek yang duduk dibelakang, hanya menurunkan STEP kirinya saja? Padahal disisi kanannya terdapat knalpot yang panas” Shawn menegaskan
“Dan lagi, yang saya maksudkan tadi dengan bibonceng adalah bukan seorang pria, melainkan wanita, yaitu anda sendiri” Wajah Nona Alice mulai terlihat berubah ketika mendengar perkataan terakhir dari Shawn tadi. Shawn menambahkan,
“Dari keempat tersangka,hanya andalah yang mungkin menjadi teman pelaku. Mengapa? Tak lain itu disebabkan oleh anda sendiri yang hanya dapat duduk menyamping dikarenakan rok yang anda kenakan”
“Tapi…” Nona Alice tetap ingin membela diri
“Sudahklah Nona,kebohongan kecil memang membutuhkan kebohongan yang lebih besar untuk menambalnya. Namun kebohongan hany akan tetap menunggu untuk terbongkar” Kata Shawn “Bila anda tetap bersikeras tidak mengaku,saya juga punya bukti nyata bahwa anda pernah dibonceng oleh pelaku” tambahnya lagi
“Apa itu?” Tanya Tuan Ahmad yang kini mulai sedikit mempercayainya dengan gayanya yang khas.
“Silahkan dicek sidik jari yang menempel pada tombol lampu motor Nona Alice. Saya berani bertaruh bahwa sidik jari pelaku yang telah anda tangkap ada ditombol tersebut,karena pada waktu kejadian hujan sedang turun dengan lebatnya. Maka, siapapun yang sedang mengendarai motor pastilah menyalakan lampu. Dan satu lagi,Tuan Ahmad. Saya juga menjamin ketiga orang ini_yang sedari saya berbicara tiba-tiba diam,bersih dari kasus ini. Karena mereka telah berada disini sekitar lebih dari dua jam yang lalu,tentunya sebelum turun hujan dan tindak kriminal ini terjadi” kata Shawn mengakhiri analisanya.
Mlm, 04 Sept 2006

Tidak ada komentar: