Minggu, 20 April 2008

WHO-4


Sepanjang awal pertengahan tahun seperti ini sudah sewajarnya cuaca menjadi lebih dingin karena mulai hujan deras. Tak terkecuali disebuah kota kecil yang cukkup maju seperti kota Northdost. Tapi tampaknya riuh rendah titik-titik hujan yang menghantam atap perumahan sedikit tersaingi oleh berita satu tindak kriminal kejam.
Tepat tanggal 19 juli, pukul 12.00 seorang wanita paruh baya ditemukan tewas tergeletak ditepi jalan Sakarbokrasta yang kotor tergenang Lumpur_tidak seperti biasanya. Satu-satunya saksi mata mengaku pada saat kejadian melihat seseorang setinggi 165-an cm berlari ditengah hujan lebat bermantel kelabu mengarah kesebuah jalan buntu.
Sepanjang jalan tersebut berdiri 3 buah rumah megah yang dihuni oleh 2 orang gadis dan seorang pria yang kesemuanya belum menikah.
Adalah Shawn, seorang detektif amatir mencoba menguak misteri pelaku pembunuhan ini sambil menunggu datangnya polisi. Tepat pukul 01.00, iapun mendatangi satu persatu calon tersangka dan menanyakan hal yang sama, yaitu:
Apa yang anda lakukuan pada waktu kejadian?
Jawaban mereka adalah:
Sarah, 23 th : 160 cm
Saya sudah 1 bulan terbaring karena sakit dan tidak beranjak kemana-mana.
Leo, 32 th : 170 cm
Saya baru saja tiba dari luar kota pukul 12.30 siang ini, jadi saya juga baru tahu ada kejadian seperti ini.
Emy, 29 th : 165 cm
Saya pukul 10.00 hingga pukul 12.30 menonton film dibioskop seberang jalan.
Karena para polisi telah tiba dilokasi, maka seperti biasa merekapun pasti mencari saksi dan bukti-bukti di TKP. Hasilnya ternyata tak jauh berbeda dengan yang diperoleh Shawn, yakni 3 orang calon tersangka, sama persis seperti dugaannya. Ketika diinterogasi, ketiganya spontan emosi karena ditanyakan hal yang sama berulang-ulang. Merekapun menegaskan bukti bahwa mereka tidak terlibat. Shawn sendiri diam-diam kembali mendengarkan pengakuan mereka bertiga.
Leo :sebenarnya saya tidak punya waktu untuk hal tidak berguna seperti ini. Saya datang kemari dengan helikopter pribadi. Silahkan periksa jadwal penerbangan dikota Binaranchu, tempat dimana saya lepas landas.
Sarah :sayakan sudah bilang bahra saya ttelah lama sakit, kalau tidak percaya ini Medikal Check dari doktyer. Lagi pula, untuk apa saya ketempat yang penuh dengan Lumpur tersebut?!
Emy :ini tiket yang saya beli untuk menonton film berdiskon tertsebut. Silahklan anda tanyakan pada petugas loket yang ada.
Menurut tetangga korban, ketiga calon tersangka tersebut memang sering berselisih paham dengan korban, maka tak heran jika merekapun memiliki alasan untuk menghabisi nyawa Nyonya Fina.
Mampukah anda menangkap pelaku peristiwa ini yang ternyata telah menampakkan batang hidungnya yang berlumuran lumpur darah?
Sebab, tampaknya pelaku pasti berniat untuk segera kabur karena kini ia telah menampakkan sedikit ekspresi ketekutan karena secara tidak sengaja telah mengakui semua perbuatan kotor miliknya.

Tidak ada komentar: