ernyata benar apa yang sering temanku Andi maupun para penulis lainnya katakan bahwa menulis itu tidak gampang. Terutama menceritakan kisah yang pernah dialami oleh orang lain.
Seperti cerita yang teman baikku ini alami. Ia mengisahkan bahwa kemarin saat ia sedang berangkat kesekolah, ia melewati jalan memotong dibibir pantai. Sewaktu melewati tikungan kekanan, ia menyaksikan seorang wanita turis asing terduduk dengan posisi seakan baru saja tertabrak seseorang_sedang berteriak minta tolong.
“HELP!!! PLEASE HELP ME SON!!” Serunya kepada Andi.
Melihat hal tersebut, Andi segera menghampirinya sambil bertanya apa yang terjadi padanya.
Iapun memberi tahu bahwa ia baru saja ingin dijambret seseorang. Sobatku ini lalu bertanya kemana pelakunya kabur.
“HE RUN TO THAT SIDE!!” Katanya dengan menunjuk kesalah satu jalan yang ada disimpang tiga itu.
Merasa tahu bahwa jalan yang ditunjuk adalah jalan buntu, Andi pun segera berlari setelah sebentar memandang butir-butir mutiara yang telah terlepas ikatannya bertaburan dengan berantakan dilapisan teratas jalan kecil tersebut.
Namun yang ia temui tidaklah semudah yang dibayangkan. Ternyata diujung jalan itu terdapat 3 orang yang sangat mencurigakan dan berpotensi menjadi pelaku. Data-data mereka adalah sebagai berikut:
Pertama;
Gadis bernama Silvia, ia ditemukan sedang berdiri kelelahan sehabis jogging dan berada didepan box minuman otomatis sambil mengenakan dan mendengarkan lagu keras dari walkman dikedua telinganya. Ia berkata bahwa sesaat tadi merasa memang ada orang yang masuk kedalam WC umum dengan tergesa-gesa. Namun ia tidak pasti ada berapa orang, ia juga tidak melihat apakah yang datang itu pria atau wanita dikarenakan ia membelakangi pintu WC. Kejadiannya pun berlangsung cukup cepat, ditambah lagi suara dari musik Rock yang didengarnya. Ia hanya sempat melihat ketika pintu WC telah ditutup dengan keras seolah dibanting.
Kedua;
Tuan Rendy, ia ditemukan berada dalam WC umum pria dan berkata sudah lebih dari 5 menit. Ia jug mengaku mendengar langkah-langkah berlari dan suara pintu WC disebelahnya dibanting cukup keras. Ia bersaksi bahwa telah berada disitu jauh sebelum kejadian berlangsung.
Ketiga;
Nyonya Wenny, ia ditemukan berada didalam WC umum wanita sambil menangis. Mengaku baru saja masuk ke WC tersebut. Ia mengatakan bahwa sebelum di WC, ia sempat duduk dibangku taman yang menghadap kelaut dipinggir jalan menuju jalan buntu ini. Waktu itu ia sempat merasa melihat sekelibat bayangan orang sedang berlari dengan tergesa-gesa. Ia sendiri menangis karena semalam baru saja putus dengan pacarnya ditaman ini.
KETERANGAN 1. SYLVIA
2. RENDY
3. WENNY
4. NY RICHIE
5. TONG SAMPAH
Kemudian Andi melapor kepolisi yang langsung melakukan olah TKP dengan cukup rumit. Didalam tong sampah ditemukan jubah yang dikenakan oleh pelaku,dan disusul dengan ditangkapnya pelaku kejahatan ini. Kenyataan yang terjadi memang diluar dugaan, ternyata korban mengenal pelaku tersebut. Mereka bersekongkol memainkan drama kriminal ini agar Nyonya Richie dapat memperoleh ganti rugi dari asuransi.
Menurut catatan kepolisianpun Nyonya Richie pernah beberapa kali terlibat dalam aksi tipu-menipu, namun ia dengan mudah lolos karena belum ada bukti yang cukup kuat untuk menangkap dirinya.
Menurut Andi, setelah mengingat-ingat kejadian yang menimpa dirinya dari awal hingga akhir, ia merasa bahwa untuk menangkap pelaku tersebut sangatlah mudah. Bahkan kita tidak memerlukan polisi maupun olah TKP, hanya membutuhkan logika. Aku juga sependapat dengan dirinya.
Bisakah kalian menebak pelaku penjambretan ini dengan mengandalkan data-data yang telah kupaparkan sebelumnya…?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar